Simo, 17 Januari 2026 — Suasana di SMPN 1 Simo Sabtu pagi ini membuktikan bahwa suara siswa mempunyai kekuatan besar. Di bawah sinar matahari pagi, seluruh warga sekolah berkumpul di halaman sekolah untuk merayakan sebuah perubahan cara bersuara melalui Pemilos Digital.
Tahun ini, SMPN 1 Simo benar benar meninggalkan cara lama yang biasa dilakukan sebelumnya. Tidak ada lagi ribuan lembar kertas suara yang terbuang setelah proses pemilihan, tidak ada lagi limbah sisa pemotongan yang memenuhi tempat sampah. Sebagai gantinya, deretan tablet modern berjejer rapi di maja e-voting. Langkah ini bukan sekedar tren teknologi, tetapi dilakukan untuk mendukung kepedulian terhadap lingkungan sekitar dengan mengurangi penggunaan kertas.
Prosesnya pun terasa sangat cepat dan mudah. Cukup dengan registrasi singkat dan satu sentuhan di layar, suara setiap satu warga sekolah sudah langsung terekam dalam sistem dengan jelas tanpa perlu menunggu waktu lama untuk perhitungan manual yang rumit.

Di tengah acara yang penuh energi ini, tiga pasangan calon ketua dan wakil OSIS terbaik sekolah berdiri siap membawa perubahan. Ada Amelda Tatiana Oktavia & Aldebara Savy Elhawa di Paslon 1, disusul oleh Denisa Mutiara Dewi & Hayfa Najwafika di Paslon 2, serta Adzka Adzkiya Azzahrawaani A & Khalifa Khanza Wibisono di Paslon 3 yang turut menjadi bagian kepemimpinan kali ini. Ketiganya membawa visi-misi besar yang kini nasibnya ditentukan hanya melalui ujung jari para pemilih.
Pemilos Digital memberikan pengalaman baru yang sangat berharga. Kita belajar bahwa kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan bisa berjalan beriringan dengan inovasi digital. Siapapun yang terpilih nanti, kemenangan sebenarnya adalah milik seluruh siswa SMPN 1 Simo yang telah berani melangkah maju dan mengenal teknologi demi masa depan sekolah yang lebih hijau dan lebih baik.
Penulis :
Naisya Athanuria Aqila
(Jurnalistik Spensasiboy | Kelas 9D 2025/2026)



